Senin, 2 Juni 2025 21.14 WIB
HOTSURABAYA-ADAAPADISURABAYA – Sejumlah kasus kontroversial yang viral di media sosial belakangan ini telah berdampak pada menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian di Indonesia, salah satunya di kota Surabaya. Kritik dan pemberitaan negatif yang beredar luas di platform digital membuat hubungan polisi dengan masyarakat mengalami gesekan yang cukup menegangkan.
Ketidakpercayaan masyarakat berawal muncul akibat lalainya pihak kepolisian dalam menangani laporan kejahatan dan kasus orang hilang. Banyak warga yang merasa laporan mereka tidak ditangani dengan serius atau proses penyelidikan yang terkesan berbelit-belit tanpa kejelasan dan lambat.
Media sosial yang seharusnya menjadi sarana pembentukan citra positif kepolisian justru menjadi sarana yang dipenuhi dengan penyebaran informasi negatif, baik yang akurat maupun yang belum terverifikasi mengenai kinerja kepolisian. Hal ini semakin memperkeruh situasi dan menciptakan jarak antara kepercayaan masyarakat dengan polisi.
Menanggapi situasi ini, pihak Kepolisian Surabaya mengaku memahami keresahan yang berkembang di masyarakat dan menegaskan bahwa setiap laporan kejahatan wajib ditindaklanjuti, meskipun memerlukan proses penyelidikan yang akurat dan membutuhkan waktu. "Kami selalu menerima kritik dan melakukan evaluasi apabila memang ada yang belum sesuai. Kami akan memperbaiki dan menganalisis kendala yang ada," ujar Ibda Oyong Abdilah selaku Kanit Reskrim Polsek Tenggilis Mejoyo saat didapati sedang berjaga patroli.
Untuk mengatasi keraguan yang ada, kepolisian mengajak masyarakat untuk tetap aktif melaporkan kejadian yang mereka alami. "Kami harapkan masyarakat segera melaporkan ke pihak kepolisian, tidak perlu ragu, tidak perlu berpikir negatif tentang pelaporan agar bisa diproses dan ditangani," Ibda Oyong menambahkan.
Pihak kepolisian berkomitmen untuk meningkatkan transparansi dalam memberikan informasi kepada pelapor mengenai perkembangan kasus yang ditangani. Menurut mereka, tantangan membangun kembali kepercayaan ini membutuhkan kerja sama dari kedua belah pihak.
Komunikasi terbuka dan transparansi lah yang menjadi kunci utama pemulihan hubungan polisi dengan masyarakat. Masyarakat juga diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum terverifikasi di media sosial.
Kesediaan kepolisian untuk mengakui kekurangan dan berkomitmen melakukan perbaikan menunjukkan itikad baik yang patut diperhatikan kebenarannya sebagai bentuk tanggung jawab dan kewajiban sebagai kepolisian. Dibutuhkan upaya berkelanjutan dan konsistensi dalam tindakan dari kepolisian untuk masyarakat sebagai upaya memperkuat kembali hubungan kepercayaan demi keamanan dan ketertiban bersama.
Wartawan & Dokumentasi: Kelvin Kristian | Writer: Michaela N. C. Sinaga | Editor: Amadhea Kahanaya
#AAS #kepolisian #tindakkepolisian

