Minggu, 2 Juni 2025 21.17 WIB
HOTSURABAYA-ADAAPADISURABAYA – Kinerja Kepolisian Surabaya dipertanyakan melalui banyaknya pelaporan kasus pencurian motor yang
terjadi dan diterima oleh radio Suara Surabaya setiap harinya dalam jangka
waktu April hingga Mei 2025, yang ditunjukkan melalui kejanggalan prosedur pelaksanaan wawancara tim reporter Ada Apa di Surabaya bersama dengan Humas Polrestabes Surabaya (27/05/2025).
Salah satu kasus terjadi di kos mahasiswi UPN "Veteran" Jawa Timur, Jl. Medokan Asri Barat, Rungkut, yang mengaku mengalami kelambatan Kepolisian Sektor Rungkut dan ketidakjelasan kabar dalam menangani pencurian motor yang dialaminya sejak 14 Juli 2024 lalu. "Pertama-tama saya bingung kenapa motor saya tidak ada, dan saya langsung mengabari ibu kos saat itu, dan langsung meminta video dari CCTV kos untuk setelahnya dilaporkan ke polisi. Responnya jujur lambat dan saya sudah merasa 'tidak ada gunanya' karena sampai sekarang pun kabar dari motor saya tidak lagi muncul," ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, tim reporter Ada Apa di Surabaya berupaya menggali informasi lebih dalam mengenai kinerja kepolisian dengan melakukan wawancara bersama dengan Polrestabes Surabaya. Namun, melalui prosedur ajuan hingga pelaksanaan wawancara yang dilaksanakan, tim reporter menemukan banyak kejanggalan pada kerja sama dan koordinasi antar divisi-divisi Polrestabes Surabaya dalam menangani permasalahan.
Pada 15 Mei 2025, tim reporter mengajukan surat izin wawancara mengenai strategi penanganan kasus pencurian sepeda motor kepada Polrestabes Surabaya melalui Humas Polrestabes Surabaya, dengan harapan untuk diteruskan dan dikoordinasikan dengan tim yang bersangkutan, yang kemudian ditanggapi dengan ketidakjelasan dan amarah atas bahasan kasus yang dianggap "keliru" karena diajukan pada divisi humas. Oleh karena pengajuan tersebut, mereka menganggap surat izin dan bahasan kasus tersebut ditujukan semata untuk divisi humas, sehingga mengharuskan tim reporter untuk menyesuaikan kembali seluruh pertanyaan wawancara dan menemukan bahwa surat tersebut tidak diteruskan maupun dikoordinasikan kembali dengan tim Polrestabes Surabaya yang bersangkutan dengan kasus.
Selama wawancara yang dilakukan bersama dengan Humas Polrestabes Surabaya, Komang, mengaku bahwa Humas Polrestabes Surabaya tidak mengetahui dan tidak dapat menentukan berapa banyak kasus pencurian motor yang telah berhasil diungkap, yang berbanding terbalik dengan setiap pernyataan jumlah kasus pada publikasi konferensi pers atau press release pengungkapan kasus pencurian motor pada Instagram @humaspolrestabessby. Saat ditanyai mengenai jumlah berita kejadian pencurian motor terbaru di Surabaya, Komang mengungkap, "untuk masalah berapa jumlah total kejadian, itu yang menentukan Reskrim dan BAO, jadi kita tidak bisa menentukan berapa jumlah korban pencurian motor hari ini." Lebih lanjut mengenai korban, ia menyatakan, "biasanya korban laporannya ke Suara Surabaya, SS, atau mungkin ke 110, ataupun ke polsek."
AKP Rina Shanty Dewi, Kasi Humas Polrestabes Surabaya yang saat itu bersama dengan Humas mengeluhkan bagaimana korban banyak melapor pada Suara Surabaya, "masalahnya mbak, masyarakat itu lapor ke SS minta ditangkap, memang SS bisa nangkap? Kalau tidak ditindak polisi, piye carane? Kan polisi tidak mungkin mendengarkan SS setiap hari. Kalau polisi mendengarkan SS tidak jadi menangkap maling, hanya mendengarkan SS." Pernyataan AKP Rina tersebut ditimpali oleh Komang bahwa umumnya setelah laporan pencurian motor diterima oleh radio Suara Surabaya, pihak mereka akan menghubungi 110 untuk ditindaklanjuti tim kepolisian.
Pelaksanaan wawancara menjadi bukti cukup bagi tim reporter untuk mengetahui dan mengungkap bagaimana kinerja Humas Polrestabes Surabaya maupun Polrestabes Surabaya dalam menangani sebuah kasus atau permasalahan. Lebih lanjut, mahasiswi UPN "Veteran" Jawa Timur sebagai salah satu korban pencurian sepeda motor juga menyarankan untuk menyebarkan informasi kasus melalui sosial media, "kalau bisa langsung bagikan video bukti CCTV ke teman-teman dan sosial media yang mana mungkin mempermudah dalam pencarian kendaraan hilang," ungkapnya.
Wartawan: Amadhea Kahanaya & Innocentia Ade Kinanti | Writer: Amadhea Kahanaya | Editor: Innocentia Ade Kinanti
#pencuriansepedamotor #polrestabessurabaya #kepolisian #AAS
.jpeg)
