Sabtu, 2 Maret 2025 09.36 WIB
HOTSURABAYA-ADA APA DI SURABAYA - Sejak kasus bahan bakar oplosan terbongkar di mata publik, saatnya masyarakat memilih bahan bakar yang aman dan sesuai untuk kendaraannya. Masyarakat juga merasa dirugikan dengan adanya bahan bakar oplosan tersebut, sebab masyarakat telah membayar lebih banyak untuk mendapatkan bahan bakar dengan kualitas rendah.
“Sebagai pengguna bahan bakar bensin dan pengguna motor, kita isi bensin itu pasti berharap apa yang kita beli itu sesuai,” ujar Nia sebagai customer BBM. Harapan yang muncul di setiap pembelian bahan bakar justru sirna, akibat kualitas yang didapatkan tidak sesuai. Sebagai pengguna BBM atau customer pasti merasa kecewa dengan adanya ketidaksesuaian penjualan bahan bakar.
Kerugian tidak hanya berdampak pada negara, namun justru berdampak langsung pada masyarakat. “Sebelumya saya pernah coba yang di sebelah itu, saya pernah coba beli bahan bakar yang sedang diberitakan itu. Jujur saya sebagai customer itu merasa kecewa, karena pas beritanya ada ternyata itu (bahan bakar) sudah dicampur. Jadi nggak murni saya beli itu, kan jatuhnya saya juga yang rugi,” ucap Nia.
Kepercayaan masyarakat turut memudar akibat kejadian tersebut, sehingga menjadi masalah besar bagi perusahaan bahan bakar yang terlibat. “Itu sepertinya sudah menyebar ya, maksudnya sudah di beberapa tempat. Jadi sebenarnya agak mikir-mikir kalau saya mau ke situ lagi, karena kan di situ dia lebih mahal. Untungnya saya mesti isi bahan bakar di tempat lain, dan saya memang mesti isi di Shell atau BP gitu, tutur Nia.
“Mungkin nggak tau sampai nanti ada klarifikasi atau apa dari pihak sana ya, tapi sebenarnya untungnya saya nggak terlalu bergantung di tempat itu, jadi saya pengguna setia di tempat lain,” pungkas Nia. Reputasi Pertamina sebagai perusahaan pemasok bahan bakar yang dikelola oleh BUMN berakhir mengenaskan. Kerugian negara dan masyarakat justru membuat kecewa banyak pihak, namun kepercayaan masyarakat merupakan kunci utama untuk membangkitkan reputasi Pertamina.
Wartawan & Dokumentasi: Ghisarah Faradillah | Writer: Lintang Prameswari | Editor: Lintang Prameswari, Maulidya Anindita Haryono
#Pertamina #Shell #BBM

