Menyambut Paskah 2025: Umat Katolik Serentak Berpuasa 40 Hari Sebagai Awal Pertobatan

Rabu, 5 Maret 2025 23:17 WIB

Sumber: Dokumentasi AADS 

HOTSURABAYA-ADAAPADISURABAYA – Umat Katolik di seluruh dunia serentak menjalankan ibadah puasa sekali makan kenyang pada Rabu, 5 Maret 2025 dalam rangka menyambut Paskah. Hari puasa tahun 2025 ini dilakukan hanya hari Rabu Abu (5 Maret 2025) dan Jumat Agung sebagai hari sengsara dan wafat Tuhan (18 April 2025) sebagai tanda awal pertobatan dan ungkapan lahiriah batin menuju masa suci.

Melalui khotbahnya dalam perayaan misa Rabu Abu Gereja Katolik Roh Kudus, Surabaya, Romo Yoseph Jaga Dawan, SVD menekankan pentingnya tiga tanda lahiriah batin. “Apa tandanya kita bertobat? Berkabung atas dosa-dosa yang kita lakukan selama di dunia, apa perwujudannya? Perwujudannya adalah seindahnya disampaikan dalam tiga hal yang kita dengarkan dalam injil ini, bagaimana kita bersedekah, kepedulian kita kepada sesama, memberikan apa yang kita miliki. Lalu bagaimana kita berdoa? Relasi kita dengan Tuhan, bagaimana selama ini kita membangun relasi dengan Tuhan? Dan yang terakhir, bagaimana kita berpuasa? Lapar, mati raga, belajar mengendalikan diri dengan berpuasa. Tiga hal itulah yang memang menjadi tanda lahiriah seperti yang kemarin dibacakan dalam Surat Gembala hari minggu yang lalu, tanda lahiriah yang menunjukkan pertobatan kita,” ujar Romo Yoseph.

Lebih lanjut, Romo Yoseph menyatakan bahwa bentuk pertobatan menuju masa suci melalui tiga hal utama tersebut juga merupakan kesempatan dalam mengoyakkan hati, untuk berbuat baik kepada siapapun. "Rabu Abu mengingatkan pada kita untuk kembali ke Tuhan, karena pintu maaf Tuhan selalu terbuka bagi umat-Nya. Manusia akan kembali lagi menjadi tanah seperti abu di dahi kita sebagai penanda," tambahnya. 

Pernyataan tersebut merupakan penegasan kembali terhadap sebagaimana yang tertulis dalam Surat Gembala Prapaskah 2025 dengan judul “Pertobatan yang Meluap dari Hati” oleh Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, uskup Surabaya terpilih 2024 lalu.

Dalam Surat Gembala Prapaskah 2025, puasa dalam arti yuridis berarti makan kenyang hanya sekali sehari, sementara pantang berarti tidak makan daging, makanan lain yang disukai, atau kebiasaan buruk. “Yang wajib berpuasa ialah semua orang Katolik yang berumur 18 tahun sampai awal tahun ke-60. Sedangkan yang wajib berpantang ialah semua orang Katolik yang berumur genap 14 tahun ke atas,” tulis Uskup Agustinus dalam surat tersebut.



Sumber: keuskupansurabaya.org

Tahun 2025 juga dijadikan Paus Fransiskus menjadi Tahun Yubileum dengan tema “Peziarah Pengharapan”, diikuti dengan Arah Dasar Keuskupan Surabaya tahun 2025 yang mengajak umat Katolik se-Surabaya dan sekitarnya untuk kembali menyadari jati diri sebagai persekutuan Murid Kristus yang dipanggil sebagai Imam, Nabi, dan Raja.

Umat Katolik diharapkan untuk mengisi waktu pertobatan ini dengan sungguh-sungguh melalui puasa dan pantang yang diwujudkan dalam tiga hal utama: bersedekah, berdoa, dan berpuasa. Maka dengan demikian, seluruh umat dapat menjadi saksi pengharapan atas keputusasaan yang terjadi di dunia.

Wartawan & Dokumentasi: Amadhea Kahanaya & Kelvin Kristian Writer: Amadhea Kahanaya | Editor: Lailatul Jannah Indah Lestari & Salsabilla Geraldine

#puasa #paskah #rabuabu #triharisuci #AAS


Ada Apa Di Surabaya

Ada Apa di Surabaya hadir sebagai portal berita digital yang menjadi sumber informasi terpercaya untuk warga Surabaya dan sekitarnya. Kami menghadirkan berita terkini, akurat, dan relevan seputar dinamika kehidupan di Kota Pahlawan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama